1. Kejahilan Indonesia ku
Andai saja ilmu bagaikan “ Emas “
tentu banyak orang yang berminat untuk mendapatkan nya, dengan begittu mereka
terus berupaya belajar. Sehingga keberhasilan menemaninya , berusaha untuk
menyimak seksama, hingga suatu pengetahuan
hidup menyala, seperti hal nya api
berkobar memunguti segala yang berdekatan dengan nya, Beribu-ribu pertanyaan
pun lenyap tertelan oleh jawaban, Hingga lidah ini seketika itu mencibir
“ Wahh,,, Betapa hebatnya generasi Indonesia
nan jaya “
Namun,, Apa yang telah kita temukan di zaman ini
Namun,, Apa yang telah kita temukan di zaman ini
Materi dicampakkan
Guru diabaikan
Pendapat di lewatkan
Masukan disangka olokan
Ilmu pun di tolak pelan-pelan
Guru diabaikan
Pendapat di lewatkan
Masukan disangka olokan
Ilmu pun di tolak pelan-pelan
Huffttt,, Terbuat dari apakan otak keras kita
ini. Wahai pemuda-pemudi Indonesia
2. Untaian Isak ku
( Rindu kehadiran mu IBU )
( Rindu kehadiran mu IBU )
Berderai lantunan gemuruh
Memuai embun memburuh
Nan mungil kicau menyeruh
Merunduk belai peluk menderuh
Memuai embun memburuh
Nan mungil kicau menyeruh
Merunduk belai peluk menderuh
Lantas perih
membidik ku
Lirik bulu mengguyuri ku
Seketika rintihan memicu ku
Seketika rintikan air mata menerkam ku
Lirik bulu mengguyuri ku
Seketika rintihan memicu ku
Seketika rintikan air mata menerkam ku
Oh,, Ibu ,,,,,,
Disinilah aku merindukan mu ,,,
Apa daya jiwa ini tanpa mu ,,,
Seribu bahasa diam dalam benakmu ,,,
Inilah isak jeritan ku tentang mu ,,,
Kan ku peluk erat kasih sayang mu ,,,
Walau hanya ku dapat bayangan mu ,,,
Apa daya jiwa ini tanpa mu ,,,
Seribu bahasa diam dalam benakmu ,,,
Inilah isak jeritan ku tentang mu ,,,
Kan ku peluk erat kasih sayang mu ,,,
Walau hanya ku dapat bayangan mu ,,,
3. Kau dan Aku
( Kita berdua )
( Kita berdua )
Kebisuan telah menyapa ku
Keheningan pun termangu dalam sapaan itu
Mentari menyonsong bersemburat di ufuknya
Kegelapan menghunus ketebalan sinarnya
Angin mesra pun bersandar diantara keduanya
Termenung dalam sunyi ,,,
Terkisah dalam mimpi ,,,
Terlukis oleh hati ,,,
Terjebak akan misteri ,,,
Kicauan indah menerpa penuh makna
Tiupan lirih membekas ke segalah arah
Rangakaian kata demi kata tak kuasa tuk di rasa
Luapan nurani pun tak sanggup tuk diraih
Lantas apalah isyarat atas semua ini, untuk dapat diyakini ,,, ???
Keheningan pun termangu dalam sapaan itu
Mentari menyonsong bersemburat di ufuknya
Kegelapan menghunus ketebalan sinarnya
Angin mesra pun bersandar diantara keduanya
Termenung dalam sunyi ,,,
Terkisah dalam mimpi ,,,
Terlukis oleh hati ,,,
Terjebak akan misteri ,,,
Kicauan indah menerpa penuh makna
Tiupan lirih membekas ke segalah arah
Rangakaian kata demi kata tak kuasa tuk di rasa
Luapan nurani pun tak sanggup tuk diraih
Lantas apalah isyarat atas semua ini, untuk dapat diyakini ,,, ???
4. Kesyukuran ku atas Ya
Allah
(Derita si rabun senja )
(Derita si rabun senja )
Kalut malam menggulung keramaian bumi
Sinar rembulan menggulung sinar mentari
Rindang hujan mengguyuri ketentraman dini
Kerumunan bintang pun mengungguli keheningan malam hari
Sinar rembulan menggulung sinar mentari
Rindang hujan mengguyuri ketentraman dini
Kerumunan bintang pun mengungguli keheningan malam hari
Kekurangan
ini semoga menjadi kelebihan ku
Kelemahan ini semoga mengikat kekuatan ku
Kegelisaan ini semoga merangkul kenyamanan ku
Kesedihan ini pun semoga menggandeng kebahagiaan ku
Kelemahan ini semoga mengikat kekuatan ku
Kegelisaan ini semoga merangkul kenyamanan ku
Kesedihan ini pun semoga menggandeng kebahagiaan ku
Tak semudah membalik telapak tangan
Tak seringan mencoret-coret diatas lembaran
Tak segampang menerima suatu kekurangan
Dan tak serupa pula mensyukuri sebuah kenikmatan
Tak seringan mencoret-coret diatas lembaran
Tak segampang menerima suatu kekurangan
Dan tak serupa pula mensyukuri sebuah kenikmatan
Kerisauan
ini sudah menjadi makanan harian ku
Kekacauan ini sudah menjadi bahan taruhan ku
Tak peduli lirihan angin menertawakan ku
Tak pedui bisikan pahit emnggores hati ku
Karena satu yang dapat menggigihkan tekad ku
YAITU ,,,
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya
Begitu pula skenario Allah tak lepas dari hikmah Nya
Kekacauan ini sudah menjadi bahan taruhan ku
Tak peduli lirihan angin menertawakan ku
Tak pedui bisikan pahit emnggores hati ku
Karena satu yang dapat menggigihkan tekad ku
YAITU ,,,
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya
Begitu pula skenario Allah tak lepas dari hikmah Nya
5. About Friend
Kawan
Kau idola pijaran kalbu ini
Kau wadah tererah rintikan hati
Kau pula hamparan luas nan suci
Risaulah tekad tanpa mu
Kokoh kah jiwa tanpa bayang mu
Besi kah raga tiada tawa canda mu
Kau idola pijaran kalbu ini
Kau wadah tererah rintikan hati
Kau pula hamparan luas nan suci
Risaulah tekad tanpa mu
Kokoh kah jiwa tanpa bayang mu
Besi kah raga tiada tawa canda mu
Kawan
Pertolongan mu bagai bidadari
Pemberian mu nan ibu peri
Keikhlasan mu bak mentari
Keistemewaan mu pun laksana nuansa matahari
Pertolongan mu bagai bidadari
Pemberian mu nan ibu peri
Keikhlasan mu bak mentari
Keistemewaan mu pun laksana nuansa matahari
Kawan
Sesungguhnya apa yang telah terjadi ,,, ???
Ntah mengapa jarak begitu menyakiti ,,,
Kisah- kisah mu selalu terurai ,,,
Tawa canda mu selalu terbuai ,,,
Hingga hasrat selalu ingn bersama mu ,,,
Wahai sahabat ku
Sungguh disini aku sangat merindukan mu ,,,
Sesungguhnya apa yang telah terjadi ,,, ???
Ntah mengapa jarak begitu menyakiti ,,,
Kisah- kisah mu selalu terurai ,,,
Tawa canda mu selalu terbuai ,,,
Hingga hasrat selalu ingn bersama mu ,,,
Wahai sahabat ku
Sungguh disini aku sangat merindukan mu ,,,
“ Created by: Nurul Masitha “
0 komentar:
Posting Komentar