Senin, 09 Maret 2015


Pengukuran Antropometri Berat Badan Anak Bayi dan Balita



Pengertian Antropometrti: Antrhopos dan metros, Anthropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran, jadi antropomtri adalah ukuran dari tubuh;

Pengertian dari sudut pandang gizi,telah banyak diungkapkan oleh para ahli jellify(1996) mengungkapkan bahwa:”Nutritional Anthropometri is Measurement of the Variation of the Physical Dimensions and the gross Compotition of the Human Body at Different Age Levels and Degree of Nutrition”

Dari definisi diatas dapat ditarik pengertian bahwa antripometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komponen tubuh dari berbagai tingkat  umur dan tingkat gizi . Beberapa jenis ukuran tubuh antara lain:bertat badan,tinggi badan,lingkar lengan atas dan tebal lemak di bawah kulit

Antropometri sangat umum digunakan untuk mengukur status gizi dari berbagai ketidakseimbngan asupan protein dan energy. Gangguan ini biasanya terlihat dari pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan jumlah air dalam tubuhIndikator ukuran antropometri digunakan sebagai kriteria utama untuk menilai kecukupan asupan gizi dan pertumbuhan bayi dan balitaPenggunaannya untuk:

· Sebaran status gizi (prevalensi berdasarkan usia, jenis kelamin, status sosial dll)
· Menentukan prioritas intervensi gizi
· Evaluasi hasil intervensi


Berat badan adalah salah satu paramater yang memberikan gambaran massa tubuh. Massa  tubuh sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan mendadak. Dan berat badan adalah parameer antropometri yang sangat labil, dalam keadaan normal, dimana 
keadaan kesehatan baik dan keseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan gizi terjamin, dan berat badan berkembang seiring bertambahnya umur. Sebaliknya dalam keadaan abnormal

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penimbangan bayi dan balita :


a. Pakaian dibuat seminimum mungkin,sepatu ,baju/pakaian, yang cukup tebal harus ditinggalkan Bayi ditidurkan dalam kain sarung
b. Geserlah anak timbang sampai tercapai keadaan stimbang. Kedua ujung jarum terdapat pada  satu titik
c. Lihatlah angka pada sklaa batang dacin yang menunjukkan berat badan bayi.Catat berat badan dengan teliti sampai satu angka desimal. Misalnya 7,5 kg


1. Cara pengukuran berat Badan anak Anak bisa berdiri :

·Ketika alat timbang sudah menunjukkan angka 00.00 mintalah   anak tersebutuntuk berdiri di tengah-tengah alat timbang.
·Pastikan posisi badan anak dalam keadaan berdiri tegak, mata/kepala lurus kearah depan, kaki tidak menekuk. Pewawancara dapat membantu anak tersebutberdiri dengan baik di atas timbangan dan untuk mengurangi gerakan anak yang tidak perlu yang dapat mempengaruhi hasil penimbangan.
· Setelah anak berdiri dengan benar, secara otomatis alat timbang akan menunjukkan hasil penimbangan digital. Mintalah anak tersebut untuk turun dulu dari timbangan dan pewawancara harus segera mencatat hasil penimbangan tersebut

2.  Bayi/Anak belum bisa berdiri :

·Jika anak belum bisa berdiri, maka minta ibu/pengasuh untuk menggendong tanpa selendang. Ketika alat timbang sudah menunjukkan angka 00.00 mintalah ibu dengan menggendong sang anak untuk berdiri di tengah-tengah alat timbang.
·Pastikan posisi ibu, badan tegak, mata lurus ke depan, kaki tidak menekuk dan kepala tidak menunduk ke bawah. Sebisa mungkin bayi/anak dalam keadaan tenang ketika ditimbang.
· Setelah ibu berdiri dengan benar, secara otomatis alat timbang akan menunjukkan hasil penimbangan digital. Mintalah ibu tersebut untuk turun dulu dari timbangan dan pewawancara harus    segera mencatat hasil penimbanga tersebut· Ulangi proses pengukuran, kali ini hanya ibu saja tanpa menggendong anak

Refeensi:

  1. Dewa Nyoman Supariasa, Bachyar Bakri, 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC
  2. Atikah Proveraati, Erna Kusuma Wati,2011. Ilmu Gizi Untuk Kperawtan dan Gizi Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika
  3. Adisty Chnthia Anggreni, 2012. Asuhan Qizi. Yogyakarta: Graha Ilmu